Rabu, 27 Juli 2011

PETA

I. PETA


1. Pengertian, Fungsi, Tujuan pembuatan, dan macam peta
a. Pengertian peta
      peta adalah gambaran konvensional dari permukaan bumi yang diperkecil, sebagaimana kenampakannya dari atas dan dilengkapi dengan tulisan, skala, mata angin, dan simbol-simbol. Dengan kata lain, peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi atau gambaran permukaan bumi yang diperkecil dengan skala. Supaya dapat dipahami oleh pengguna atau pembaca, maka peta harus diberi tulisan dan simbol-simbol.
      Dalam penggambaran permukaan bumi ke dalam peta diperguanakan sistem transformasi. Dari bidang lengkung ( permukaan bumi) menuju bidang datar ( gambar peta). Untuk mempelajari seluk beluk penggambaran permukaan bumi ada pengetahuan khusus yang mempelajarinya yang dinamakan kartografi. Orang yang ahli dalam bidang perpetaan disebut Kartograf atau kartografer.

b. Fungsi dan tujuan pembuatan peta
      peta mempunyai beberapa fungsi diberbagai bidang, antara lain untuk :
a         Menunjukkan posisi atau lokasi relatif (letak suatu tempat dalam hubunganya dengan tempat lain) di permukaan bumi ;
b        Memperlihatkan ukuran, karena melalui peta dapat diukur luas daerah dan jarak – jarak di atas permukaan bumi ;
c         Memperlihatkan atau menggambarkan bentuik-bentuk permukaan bumi (misalnya vbentuk benua, negara, atau gunung) sehingga dimensi dapat terlihat dalam peta;
d        Menyajikan data tentang potensi suatu daerah.
e         Komunikasi informasi ruang ;
f         Menyimpan informasi;
g        Membantun suatu pekerjaan, mislnya untuk kontruksi jalan, nafigasi, atau perencanaan;
h        Membantu dalam pembuatan suatu desa, misalnya desain jalan;
i          Analisis data spasial, misalnya perhitungan volume ;
c. Macam – macam Peta
      Macam-macam peta dapat ditinjau dari jenis, skala, isi, tujuanya
1. Ditinjau dari jenis
Ditinjau dari jenisnya,peta dibedakan menjadi dua,yaitu peta foto dan peta garis.
·            Peta foto ialah peta yang dihasilkan dari mozaik foto udara atau ortofoto yang dilengkapi garis kontur, nama, dan legenda.
·            Peta garis ialah peta yang menyajikan detail dan buatan manusia dalam bentuk titik, garis, dan luasan.
2. Ditinjau dari skalanya
      Berdasarkan skalanya, peta dapat diklasifikasikan menjadi lima, yaitu :
·         Peta kadaster, berskala 1 : 100 s/d 1 : 5.000 . peta semacam ini terdapatr di departemen dalam negerio yang dipakai un tuk menggambarkan peta – peta tanah dan peta dalam sertifikat tanah.
·         Peta skala besar, berskala 1 : 5.000 s/d 1 : 250.000. peta yang skalanya besar dipergunakan untuk menggambarkan wilayah – wilayah yang relatif sempit misalnya : Peta provinsi DIY.
·         Peta skala sedang,  berskala 1 : 250.000 s/d 1 : 500.000. peta berskala ini dipergunakan untuk menggambarkan daerah – daerah yang agak luas, misalnya peta regional jawa tengah, peta provinsi maluku, dan seterusnya.
·         Peta skala kecil,  berskala 1 : 500.000 s/d 1: 1000.000. skala seperti ini dipergunakan untuk menggambarkan daerah – daerah yang cukup luas biasanya berupa negara, misalnya peta Republik Indonesia tahun 2000.
·         Peta skala geografis, berskala lebih kecil dari 1 : 1.000.000, biasanya dipergunakan untuk menggambarkan kelompok negara, benua, atau dunia.
3.   Ditinjau dari informasinya
·      Peta umum/Peta Ikhtisar.Peta umum adalah peta yang menggambarkan segala sesuatu yang ada dalam suatu daerah.Di dalam peta umum terdapat antara lain sungai ,sawah, tempat pemukiman, jalur jalan raya, jalur jalan kereta api, dan sebagainya.
·      Peta khusus/Peta tematik.Peta khusus adalah peta yang menggambarkan kenampakan tertentu dipermukaan bumi saja. Contoh peta tematik adalah sebagai berikut.
4.   Komponen Peta
a         Judul
Judul peta merupakan identitas yang menggambarkan isi dan jenis peta. Oleh karena itu, udul peta harus ditulis sesuai dengan jenis informasi yang disampaikan dalam peta  tersebut.
b. Skala
skala peta adalah perbandingan jarak pada peta denga jarak sebenarnya di muka bumi. Skala peta dapat ditulis dengan menggunakan tiga cara, yaitu sebagai berikut :
·         Skala numerik atau disebut skala pecahan dalam bentuk angka, misalnya 1 : 1.000.
·         Skala grafik atau isebut skala garis.
·         Skala verbal atau skala kalimat, misalnya 1 cm = 5 km atau satu inci : satu mil.
·         Petunjuk Arah
Menggunakan bentuk – bentuk dan variasi tertentuyang sesuai dengan arah mata angin dari bentuk yang sederhana hingga bentuk yang lebih lengkap.Pada umumnya, arah peta berada pada sisi atas peta.
c. Simbol
Simbol adalah lambang dalam peta berupa bentuk – bentuk tertentu sebagai pengganti obyek geografi
·         Penggunaan simbol disesuaikan dengan jenis dan tujuan pembuatan peta. Simbol yang biasa digunakan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu simbol titik, simbol garis, dan simbol luas ( area ).
d.      Warna
Pada peta – peta tertentu dipergunakan warna untuk melukiskan fenomena – fenomena yang ditampilkan sehingga lebih memudahkan pengguna peta dalam menafsirkan sisi peta tersebut. Warna – warna yang biasa dipergunakan dalam peta ialah merah, biru, hijau, kuning, dan coklat.
e.       Letering
Letering adalah tata cara penulisan objek pada peta sehingga informasi yang tersaji mudah dikenali dan dipahami oleh pengguna. Penulisan tersebut menggunakan huruf kapital, huruf kecil, serta kombinasi huruf kapital dan huruf kecil yang ditulis tegak atau miring.
f.       Legenda
Legenda adalah keterangan tentang simbol-simbol yang digunakan dalam peta. Legenda dibuat untuk memudahkan pengguna peta dalam memperoleh informasi dari peta.
g.      Garis Astronomi
Garis astronomi terdiri dari garis lintang dan garis bujur yang berupa garis horizontal dan garis vertikal. Garis tersebut merupakan garis khayal yang membagi bumi manjadi wilayah utara dan selatan serta timur dan barat. Garis astronomi dibuat untuk menegaskan lokasi mutlak suatu objek.
h.      Inzet
Inzet peta adalah peta sisipan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan, yaitu untuk mempertegas lokasi yang dipetakan.
i.        Sumber peta
Sumber peta merupakan keterangan tentang asal data atau informasi yang ada dalam peta. Sumber peta perlu dicantumkan untuk meyakinkan pengguna tentang keaslian data tersebut. Sumber peta dapat bersl dari instansi atau lembaga yang berwenang dan melalui survei lapangan dengan menggunakan alat, misalnya kompas, teodolit, dan foto udara.
j.        Tahun pembuatan
Tahun pembuatan merupakan keterangan tentang waktu pembuatan peta tersebut. Tahun pembuatan peta perlu dicantumkan guna meyakinkanpengguna atas sifat data yang disampaikan. Tahun pembuatan peta terutama dipergunakan jika peta tersebut merupakan peta khusus yang datanya bersifat dinamis.

II. Proyeksi Peta
1.   Pengertian Proyeksi Peta
      Proyeksi Peta adalah penyajian grid permukaan bumi dari bidang lengkung kebidang datar atau suatu sistem yang memberikan hubungan antara posisi titik-titik di bumi dan peta.
Langkah dalam menggambar permukaan bumi dari globe ke bidang datar adalah :
a         Memindahkan Grid dari Globe ke bidang datar.
b        Setelah Grid dibuat kemuadian memindahkan tempat (titik) dari globe bidang datar dengan memperhatikan letak grid.
Untuk mengurangi kesalahan di dalam penggambaran proyeksi dapat dilakukan cara :
a         Membagi daerah yang dipetakan menjadi daerah-daerah yang tidak terlalu luas.
b        Menggunakan bidang proyeksi yang sesuai dengan letak daerahya.
Ada tiga proyeksi peta yaitu :
a         Bidang datar (Proyeksi Zenithal) sesuai untuk penggambaran daerah kutup.
                                           Bidang datar


                                            Globe

b. Bidang silinder sesuai untuk penggambaran daerah equator.
Bidang silinder
                          

                                Globe

c. Bidang kerucut (Conical) sesuai untuk penggambaran daerah sedang.



                                     Globe

                        Bidang kerucut
Menurut posisi sumbu simetri bidang proyeksi :
·         Proyeksi normal
·         Proyeksi Miring
·         Proyeksi Transversal
Menurut sifat penyinaran pada bidang proyeksi :
·         Proyeksi Gnomonis   : Proyeksi yang penyinarannya berasal dari pusat bumi
·         Proyeksi Stereografis : Proyeksi yang penyinarannya berasal dari salah satu titik di ujung.
·         Proyeksi Orthografis : Proyeksi yang penyinarannya berasal dari arah yang tak terhingga.

Menurut sifat asli yang dipertahankan :
a         Proyeksi Ekuivalen : Proyeksi yang dipertahankan luasnya daerah yang sama.
b        Proyeksi Konform   : Proyeksi yang mempertahankan bentuknya yang sama.
c         Proyeksi Ekuidistan : proyeksi yang mempertahankan jarak yang sama.

2.   Skala Peta
1        Skala Peta adalah merupakan perbandingan antara jarak dipeta dengan jarak sebenarnya di lapangan (dipermukaan bumi ).
2        Jenis Skala Peta di bagi 3 macam :
                  a.  Skala Angka/Pecahan/Numeris   1 : 100.000  atau   1/100.000
        b. Skala Garis/ Grafik  : Skala yang ditulis dalam bentuk garis
                                                                                                                                        12 cm
         0                                                              6                                                             12  Km
        Panjang garis 6 cm = 6 km maka diatas 1 cm di peta = 100.000 cm (1 km ) di lapangan

c. Skala Verbal/Mile : Skala yang dinyatakan dengan kalimat satuan inchi di peta dan Mil dilapangan.
                Skala 1 inchi to 4 mile       1 inchi = 4 mile artinya 1 inchi di peta = 4 mil dilapangan.
          3. Merubah  Skala
a         Merubah Skala Angka menjadi Skala Grafik.
Skala Peta 1 : 50.000 Jarak dilapangan ada 4 km.
Tentukan Skala Grafik yang panjangnya 4 cm ?
Skala Grafik = 1/50.000                                                    4 cm
                = 4/50.000 x 4
                = 4  cm /2 km                0                                  2 km
b. Merubah Skala Angka menjadi Skala Mile
1 inchi = 2,54 cm   ; 1 mil = 1,609 km
1 : 50.000              1 cm di Peta : 50.000 cm di lapangan (0,5 km)
             1/2,54 inchi  : 0,5/1,609   mil dilapangan
            1 inchi di Peta : 0,5 x 2,54 mil dilapangan
                                       1,609
            1 inchi di peta  : 0,789 mil dilapangan
           
4. Cara membuat Peta
Ada dua langkah pokok :
a. Membuat peta lokasi dengan sistem Grid.
b.Data yang akan di letakkan sesuai dengan letak datanya
1        Cara memperbesar peta
l      Peta A’ kita perbesar 2 kali, maka kita membuat petak-petak yang panjang dan lebarnya 2 kali Peta A’.
l      Memindahkan gambar asli A’ ke peta yang baru A dengan memperhatikan garis-garis petak.
l      Skala Asli di kalikan 2 menghasilkan skala Peta yang baru. Sedangkan apabila yang memperkecil peta skala asli di bagi menghasilkan skala peta yang baru.
2        Cara menghitung luas dengan sistem grid.
Skala Peta 1 : 50.000 berarti luas 1 cm2 = 0,5 km x 0,5 km = 0,25 km2
Kemudian menghitung jumlah    yang terdapat pada sistem grid.


                                                                        Jumlah Kotak = 5
                                                                        Jadi Luas Peta = 5 x 0,25  km2
                                                                        = 1,25 km2




DASAR- DASAR PEMBUATAN PETA
Peta merupsksn media untuk menyampaikan informasi kepada ong lain. Informasi yang disampaikan dalam peta tersbut dibuat dengan prinsip – prinsip tertentuagar tidak membingungkan pengguna. Prinsip-prinsip dalam pembuatan peta yaitu bentuk harus benar.
Pengukuran jarak
Berapakah luas halaman sekolahmu? Untuk mengetahuinya tentu kamu harus mengetahuii panjang dan lebarnya terlebih dahulu. Cobalah secara berkelompok kamu melakukan pengukuran. Kamu cukup meerlukan meteran gulung dan tongkat sebagai penanda untuk melakukan kegiatan ini.

Pengukuran Sudut Arah
Jika ditanya tentang letak sekolahmu, apa jawaban yang kamu berikan ? boleh jadi kamu menjawab bahwa letak rumahmu disebelah utara kantor X, atau di sebelah barat jalan Y, dan seterusnya. Boleh jadi jawabanmu benar, tetapi lebih sering salah karena bisa jadi sebenarnya sekolahmu berada di sebelah utara agak ke barat dari kantor X dan tidak persis berada di sebelah barat jalan Y.
Wah, berarti peta sekolah yang kamu buat belum tepat juga ya? Betul, karena peta tersebut belum menggambarkan arah yang sebenarnya. Untuk mengetahui arah yang sebenarnya, kamu memerlukan kompas.
Kompas berfunsi sebagai penunjuk arah dan sudut. Cermati gambar 2.2. berapakah besar sudut pada berbagai arah yang ditunjukkan oleh kompas tersebut?
Arah utara mempunyai sudut 0o. jika pengukuran diawali dari utara, arah selatan mempunyai sudut 180 o.pernyataan arah yang demikian disebut sebagai pernyataan sudut arah dengan Azimuth.
Dalam ilmu pengukuran tanah, dikenal dua cara untuk menyatakan besarnya sudut arah, yaitu Bearing dan Azimuth. Bagaimanakah perbedaan antara keduanya?
menurutmu, berapakah besar sudut arah tersebut? Ya, mungkin kamu akan menjawab bahwa besar sudut arah tersebut adalah 135o atau S 45o T (selatan 45o timur). Kedua bentuk pernyataan tersebut tidak salah, pernyataan sudut arah 135o merupakan pernyataan dalam bentuk Azimuth, sedangkan pernyataan S 45o T merupakan bentuk pernyataaan Bearing. Perhatikan gambar 2.4, manakah gambar yang merupakan pernyataan sudut dengan Azimuth, dan mana yang berupa pernyataan Bearing.
B. Data, Tabel, dan Grafik
      Data, tabel, dan grafik merupakan sarana bantu dalam mempelajari geografi. Ketiga sarana bantu tersebut berfungsi menyampaikan informasi tentang suatu objek melalui perhitungan-perhitungan tertentu.
  1. Data
      Data adalah keterangan yang benar dan nyata sehingga dapat dijadikan dasar untuk melakukan analisis atau kesimpulan. Data dibedakan menjadi dua, yaitu data kuantitatif dan data kwalitatif.
a         Data kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang berupa kumpulan angka-angka dari suatu observasi atau pengukuran.
Contoh : seorang guru pelajaran oloahraga SMA Tanjungbumi ingin mengetahui rata-rata tinggi badan siswa kelas 1. ketua kelas kemudian diberi tugas untuk mengukur tinggi badan seluruh siswa. Hasil pengukuran tersebut dicatat seperti berikut (dalam cm): A 140, B 140, C 150, D 142, E 145, F 139, G 150, H 140, I 153, J 145. Angka-angka hasil pengukuran itulah yang disebut dengan data kuantitatif.
a         Data kualitatif
Data kwalitatif adalah data yang berupa kumpulan kata-kata dari suatu observasi atau pengukuran.
Contoh: penulis buku pelajaran geografi ingin mengetahui kualitas buku yang telah terjual dari guru dan siswa yang menggunakanya. Penulis tersebut kemudian menyebarkan angket/kuisioner ke beberapa sekolah. Hasil dari angket dicatat sebagai berikut: ya, ya, tidak, ya, , baik, kurang, tidak, baik, ya, baik. Kata-kata hasil angket itulah yang disebut dengan kualitatif.
   2. Tabel
      Tabel adalah daftar yang berisi sejumlah data baik kuantitatif maupun kualitatif. Data tersebut disusun secara sistematis urut ke bawah dalam lajur dan deret tertentu serta diberi garis pembatas.
      Data seperti contoh-contoh di atas dapat disajikan dalam bentuk tabel sehingga lebih mudah dimengerti. Cara penyusunan tabel berbeda-beda, antara lain sebagai berikut.
      a. Penyusunan alfabetis
      Penyusunan secar alfabetis, yaitu penyusunan data atas dasar urutan abjad, misalnya : A, B, C, D, E.
b.  Penyusunan secara Geografis
      Penyusunan secara geografis, yaitu penyusunan data atas dasar kelompok-kelompok tertentu dalam geografi, seperti pulau, profinsi dan kota.
c.   Penyusunan Secara Besaran Angka
      Penyusunan menurut besaran angka yaitu penyusunan data atas dasar bsarnya angka-angka data yang dikumpulkan. Umumnya data tersebut disusun dari angka terbesar hingga angka terkecil atau sebaliknya. Misalnya, 1500, 1450, 1110, 750.
3.   Grafik
      Grafik adalah garis yang menggambarkan keadaan naik atau turunya hasil, umumnya untuk menggambarkan data, biasanya disebut juga diagram. Oleh karena itu, data dapat ditampilkan dalam bentuk grafik agar lebih menarik. Jenis-jenis grafik yang digunakan dan ditemui dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut :
Diagram Garis
Diagram garis adalah diagram yang menggambarkan data dalam bentuk grafik atau kurva.
Contoh :
Guru pelajaran geografi ingin membuat grafik nilai rata-rata kelas satu di tempatnya mengajar. Daa yang dikumpulkan yaitu dari tahun 1990 sampai dengan 2000 sebagai berikut
Tahun
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
00
Nilai
Rata2
7
8
8
6,5
8
7,5
7
6
7
6,5
7
Data dalam tabel tersebut dapat dibuat grafik atau diagram sebagai berikut :

Tahun berapakah nilai rata-rata tertinggi dan terendah?
Diagram batang
Diagram batang adalah diagram yang menggambarkan data dalam bentuk batang dengan letak antar batang terpisah. Diagram batang ada yang disusun secara vertikal ada pula yang disusun secara horizontal.
Contoh:
Berikut ini adalah data jumlah siswa kelas 1 SMA Tanjungbumi dari tahun 1991 sampai dengan tahun 2000.

Th
91
92
93
94
95
96
97
98
99
00
Jml siswa
40
45
40
40
42
40
45
35
40
45
     
      Data tabel di atas dapat dibuat diagram batang sebagai berikut.
C. Membuat peta tematik dengan menggunakan simbol (titik, garis, dan luasan)
Pengertian peta tematik
Peta tematik/peta khusus yaitu peta yang menggambarkan penampakan tertentu dari suatu wilayah. Misalnya : peta penyebaran penduduk, peta pariwisata, peta iklim, peta penyebaran hasil tambang., peta perhubungan. Peta tematik tergantung dari bentuk datanya, sehingga ada peta yang bersifat kuantitatif dan ada yang bersifat kualitatif.
Peta tematik yang bersifat kuantitatif, berarti diketahui lokasi, jenis dan jumlahnya. Misalnya peta tematik yang menggambarkan jumlah penduduk, kepadatan penduduk, hasil pertanian, perikanan, hasil tambang, hasil industri.
Peta tematik yang bersifat kualitatif, berarti hanya diketahui lokasi, jenis data, tanpa mengetahui jumlah dari  data tersebut . misalnya peta bahasa, peta jenis vegetasi dengan model piktoral.

Pembuatan Peta Tematik
Peta tematik disebut juga peta statistik, khususnya peta tematik kualitatif yang menyajikan data pada peta dalam bentuk grafik/angka. Dalam pembuatan peta tematik dengan cara (1) pembuatan lokasi (2) tabulasi data, atau pembutan grafik (3) meletakkan data atau dan grafik dilokasi yang mewakilinya.
Simbol peta yaitu tanda-tanda konvensional atau umum dipakai untuk mewakili keadaan sesungguhnya dipermukaan bumi. Simbol letaknya di dalam peta dan dibuat dengan gambar tertentu. Simbol peta dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu titik, garis, dan luasan.
a         Peta tematik dengan simbol titik :
Simbol pada peta menyajikan tempat atau data personal seperti : Peta dot, peta lokasi masjid, peta lokasi gunung berapi, peta fasilitas telekomunikasi (warnet, wartel), peta lokasi hotel, dan peta lokasi toko.
a         Peta tematik dengan simbol garis
Simbol pada peta yang menyajikan data geografis, seperti : peta jalan raya, peta jalan kereta api, peta sungai, peta drainase, peta jaringan pipa, peta jaingan kabel, flow map (peta arah), dan isolina map.
a         Peta tematik dengan simbol luasan.
Simbol pada peta yang menyajikan suatu area tertentu, seperti : peta khoroplet, peta penggunaan lahan. Peta khoroplet digunakan untuk menyajikan nilai atau jumlah setiap area anah, membandingkan kepadatannya, peta khoroplet ada dua jenis, yaitu bersifat kuantitatif dan kualitatif.
      Contoh isopleth :
l      Isotherm, garis-garis dipeta yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki temperatur udara yang sama.
l      Isobar, garis-garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki tekanan udara yang sama.
l      Isohyet, garis-garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki curah hujan yang sama.
l      Isohipse, garis-garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang punya ketinggian sama.
B. Menggambar Peta Dengan Sistem Petak/Dam
      Langkah-langkah dalam membuat peta dengan sistem dam adalah sebagai berikut.
Tentukan daerah yang akan digambar.
Tentukan besar peta yang akan digambar
Mengukur peta yang akan diperkecil.
Membuat petak-petak pada peta asli dan pada kertas yang akan digunakan untuk menggambar. Besarnya petak sesuai ukuran perbandingan yang kita kehendaki.
Gambarlah peta sesuai dengan gambar yang asli dengan teliti sampai selesai seluruh kerangka petanya.
Contoh :
Peta asli berukuran 100 X 80 cm. Kita akan menggambar peta baru berukuran 50 X 40 cm. Ini berarti peta asli diperkecil setengahnya. 

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls